Sejarah Singkat Kampung Sampireun  

Sampireun atau merupakan salah satu objek wisata banyak didatangi oleh wisatawan, baik keluarga ataupun pasangan yang sedang bulan madu. Bukan tanpa alasan mengapa Kampung Sampireun ini banyak didatangi wisatawan bahkan banyak travel agent seperti misteraladin.com yang memasukan kampung sampireun sebagai pilihan objek wisata. Berikut sejarah singkat dari tempat wisata yang berada di Kabupaten Garut ini.

Kampung Sampireun Beroperasi pada bulan Januari 1999, Kampung Sampireun adalah sebuah Resort yang memngusung konsep Perkampungan Sunda. Dengan letak geografis berada di ketinggian ± 1.000 mdpl, Tepatnya berlokasi di Kampung Ciparay desa Sukakarya Kecamatan Samarang Kabupaten Garut, Jawa Barat dengan area yang luasnya ± 5,5 hektar sudah termasuk luas Situ Sampireun (1,5 Hektar) disertai 7 mata airnya.

 

Kampung Sampireun mempunyai 20 Bungalow yang mempunyai kelas kelas nya tersendiri. Bungalow di Sampireun dirancang dengan ciri khas Rumah Panggung Khas Kultur Sunda Parahyangan. Kampung Sampireun memiliki fasilitas: “Seruling Bambu Restaurant”, “Bale Putri Amantie” yang merupakan tempat khusus untuk menikmati Gorengan sore, Juga “Waroeng Kopi” ala kampung yang merupakan tempat interaksi Warga Kampung yang termasuk Tamu dan Karyawan, tersedia juga tradisional Meeting Room “Kiara Payung Meeting Room” yang bisa menampung sampai 30 orang. Ada pula “Taman Sanghyang Dayu” yang juga dapat di pergunakan sebagai tempat “Dinner Party “, untuk Kolam Renang kampung sampireun dan “Taman Sari Royal Heritage Spa” yang berdiri dari tahun 2003.

Nama dari Kampung Sampireun sendiri diambil dari nama Situ yang berarti dalam bahasa Sunda Danau, dan Sampireun yang dalam bahasa Indonesia berarti Tempat Singgah. Air dari Danau ini memiliki sumber mata air yang sangat besar yang sampai sekarang masih dimanfaatkan oleh masyarakat setempat untuk mengairi ladang dan sawah-sawah.

Di sekitar nya masih dipertahankan kebun bambu yang rindang yang mampu menambah nuansa sejuk dan tenang dengan suara gemerisik daun yang terterpa angin. Selain itu tanaman Pinus yang rindang dan juga sudut-sudut lainnya ditata dengan yang asri dengan. Dengan hawa nya yang sejuk dan menerapkan konsep yaitu “Kembali Ke Alam” Kampung Sampireun menjadi tempat favorit untuk mereka pasangan yang berbulan madu juga untuk meluangkan akhir pekan dan menghilamgkan penat dan kesibukan di Kota besar.

Keunikan lain Sampireun ini dilengkapi Perahu untuk setiap bungalow yang untuk para tamu yang menginap juga danau yang dihuni ribuan Ikan Mas yang akan menemani ketika pada saat berperahu. Para tamu di Sampireun juga bisa menikmati kesenian “Calung”, khas Sunda yang dipentaskan pada setiap sore di atas rakit di tengah Situ.

Pada malam hari para Tamu juga ditemani juga oleh alunan Kecapi Suling yang dimainkan langsung oleh grup kesenian Kampung Sampireun sambil menikmati Sekoteng yang merupakan minuman tradisional Sunda untuk menghangatkan tubuh

Di Lobby Tamu yang baru datng akan dihidangkan minuman selamat datang yaitu Bajigur, yang merupakan minuman tradisional Sunda yang terbuat dari Santan, Gula Merah dan Daun Pandan yang dihidangkan hangat, juga kudapan kecil berupa Rangginang, Ranggining.

Setelah itu, Tamu akan diantar dari Lobby ke bungalow dengan cara yang unik yaitu dengan menggunakan Perahu atau Rakit. Terdapat beberapa paket yang ditawarkan oleh Kampung Sampireun. Dari mulai paket honeymoon, paket keluarga dengan spa dan lain-lain. Untuk lebih jelasnya anda bisa memakai jasa dari Misteraladin.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *