8 Jenis Teknologi Digital Dalam Dunia Akuntansi Pemerintahan

8 Jenis Teknologi Digital Dalam Dunia Akuntansi Pemerintahan – Dalam dunia teknologi pemerintahan membutuhkan beberapa teknologi canggih dalam pengelolaannya. Selain dapat membantu dan mempermudah pekerjaan juga dapat meringankan pekerjaan pengelola dalam data akuntansi pemerintahan.

teknologi digital
teknologi digital

Di bawah ini akan dibahas beberapa teknologi digital dalam dunia akuntansi pemerintahan. Jika Anda ingin mengetahui informasi digital terbaru dan terlngkapnya Anda bisa simak di situs aspirasi.

Cloud Computing

Aplikasi Accounting 2.0 atau cloud accounting  dalam teknologi digital yaitu memberikan peluang kemudahan akses, kemampuan bekerja dalam transaksi yang berskala besar, kemampuan sharing  dan kolaborasi data antar unit akuntansi mandiri, mengurangi biaya persiapan dan pembangunan sistem, meningkatkan efektifitas dan efisiensi biaya manajemen pemerintahan, menghilangkan hambatan keberadaan fisik dan ruangan kerja dan mampu digunakan sebagai basis untuk pengembangan produk dan layanan baru.
Tantangan cloud computing dalam teknologi digital diantaranya yaitu terdapatnya persepsi yang keliru bahwa penggunaan aplikasi yang tersedia di pasar ialah lebih murah dibandingkan dengan apabila menggunakan IT, terdapat kesulitan untuk memonitor biaya IT, ketidakcukupan pendekatan tradisional atas biaya IT dan harapan bahwa sistem IT akan tersedia secara online.

Big Data

Big data dalam teknologi digital bisa menjawab kebutuhan akan penyimpanan informasi yang lebih banyak, berpotensi untuk meningkatkan efektivitas dan mengurani biaya, merubah teknik audit dan akuntansi forensik dan bisa digunakan oleh organisasi yang berskala kecil maupun yang berskala besar.

Bagi pemerintah big data dalam teknologi digital ini diantaranya akan menciptakan business process yang baru berdasarkan data yang terintegrasi. Optimalisasi data yang semakin berkualitas akan memberikan kemudahan bagi para stakeholder. Disisi lain perlu juga diperhatikan masalah keamanan data nasional dari kemungkinan kecurian dan kebocoran data.

Social Computing

Interaksi sosial computing berbasis teknologi digital, misalnya internet, berpeluang menghapus sekat dinding dan hambatan komunikasi, mempercepat laporan berkala, memberi dasar pengambilan keputusan yang lebih paripurna.

Tantangan untuk social computing dalam teknologi digital diantaranya menghilangkan sekat atau hambatan komunikasi, terdapat resiko atas informasi yang sensitif, menempatkan informasi keuangan sebagai salah satu isu yang penting, penilaian dan penjelasan dampak keuangan atas pengembangan sistem yang baru.

Bagi pemerintah social computing teknologi digital bisa digunakan sebagai sarana kerja sama antar Kementerian/Lembaga dalam rangka pelaksanaan anggaran negara, sinergi untuk menciptakan pengendalian intern yang lebih baik serta sarana diskusi dalam rangka penyusunan laporan keuangan yang lebih berkualitas.

Virtual dan Augmented Reality

Dalam dunia teknologi digital terutama dalam virtual dan augmented reality perlu adanya  penyimulasian, realitas virtual dan pemodelan interaksi antara sarana dan manusia akan menyebabkan data keuangan dan data LK serta pedoman sistem tata cara kerja pemerintahan berbentuk realitas virtual dan pemodelan interaksi antar sarana akuntansi antar sarana akuntansi dan manusia, menjadi jauh lebih mudah dipahami orang banyak.

Cybersecurity

Dengan meluasnya pemanfaatan teknologi digital perlu adanya perhatian juga masalah keamanan atau cybersecurity. Para akuntan bisa lebih berhati-hati dalam mengidentifikasi, menilai dan memitigasi resikonya secara berkala memonitor/memperbarui keamanan data. Selain itu pengendalian intern yang baik mampu memberikan keyakinan yang memadai dalam pengendalian dan kebijakan pengaturan keamanan data.

Tantangan terhadap cybersecurity dalam teknologi digital ini diantaranya yaitu diperlukan dukungan dari pimpinan dan dari bagian keuangan dalam rangka menjaga data. Berikutnya penggunaan perangkat elektronik yang semakin kecil ukurannya dimasa yang akan datang mampu menjadi ancaman karena sulit untuk dideteksi dengan mata telanjang.

Mobile

Teknologi digital mobile memberikan kepada pengguna kecepatan komunikasi antar beberapa pihak yang di belahan dunia, mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas serta bisa memperbaiki layanan.

Pemerintah saat ini telah menggunakan teknologi digital mobile, misalnya sosialisasi kebijakan tertentu yang dilakukan melalui broadcast langsung ke masyarakat dan beberapa kebijakan lainnya. Disisi lain teknologi digital mobile ini mampu mengurangi kehadiran fisik pemerintah pada masyarakat.

Payment System

Muncul peluang menggunakan teknologi digital sistem pembayaran karena dunia dilanda GCG, sehingga jaman sekarang berbagai transaksi makin transparan. Para investor menyukai sistem pembayaran terotomatis pada jaman sekarang ini yang berguna dalam transaksi global lintas mata uang, terutama kurs, perubahan kurs, beda kurs, lindung nilai dan rekonsiliasi antar mata uang yang amat menghemat waktu dan biaya transaksi.

Pemerintah dapat bekerja sama dengan bank Indonesia serta OJK untuk membangun sistem pengendalian internal dari suatu sistem pembayaran. Dalam lingkup yang besar dan luas bank Indonesia mampu menggunakan sistem pembayaran dalam manajemen penjagaan/pemeiliharaan cadangan devisa melalui transaksi antar valas hingga menyentuh rupiah, transaksi lindung nilai terhadap resiko nilai tukar serta mendukung akuntansi lindung nilai.

Artifical Inteligence dan  Robotics

Teknologi digital ini meliputi otomasi atas pekerjaan yang sifatnya rutin dan berulang. Bisa menggantikan peran sumber daya manusia, mampu meningkatkan kepatuhan terhadap proses bisnis dan berguna dalam pembuatan keputusan dan fokus pada layanan sehingga untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas.

Baca Juga : http://aspirasi.blog.st3telkom.ac.id/2019/03/23/teknologi-canggih-ajang-pencarian-jodoh/

Tantangan teknologi digital ini diantaranya ialah pemilihan penggunaan pertimbangan profesional dibandingkan dengan penggunaan software, pengurangan peran akuntan serta sistem perangkat lunak tersebut mempunyai piranti belajar mandiri (self learning) yang mampu lebih efektif dibandingkan dengan tenaga profesional.

Itulah pembahasan mengenai 8 jenis teknologi digital dalam dunia akuntansi pemerintahan. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *